Dramatis, itulah satu kata yang pantas untuk mengekspresikan pertandingan Liga Champions tadi malam. Laga antara juara bertahan Chelsea menghadapi juara Liga Ukraina Shakhtar Donetsk yang berlangsung di Stamford Bridge kamis (08/11/2012) dinihari WIB menyajikan ketegangan selama 90 menit bagi pecandu sepakbola, khususnya fans Chelsea. Betapa tidak, laga ini dibanjiri 5 gol yang masing-masing diciptakan oleh Chelsea (3 gol) dan Shakthar (2 gol).Perlu diingat bahwa sebelum pertandingan ini berlangsung, Shakthat Donetsk memiliki rekor impresif yaitu membukukan 18 kemenangan dan sekali seri dari 19 pertandingan, itu termasuk rekor sempurna hingga 14 laga di liga domestik (Liga Primer Ukraina). Apalagi di leg pertama di kandang shakhtar, Chelsea terhempas dengan skor 2-1. Dengan kata lain, laga ini harus bisa manfaat oleh Chelsea untuk balas dendam sekaligus menodai rekor Shaktar tersebut.
Alhasil, misi mengalahkan Shakthar memang wajib hukumnya bagi Chelsea. Karena dengan begitu, jalan mulus menuju fase knock-out akan terbuka lebar. Sekadar informasi, sebelum laga ini dihelat Chelsea berada di posisi 2 (4 poin) dibawah Shakhtar yang duduk manis dipuncak klasemen grup F (7 poin). Belum lagi bahaya si nyonya tua Juventus yang sewaktu-waktu bisa menggembosi posisi Chelsea di tangga klasemen.
Pada laga dini hari tadi, Chelsea memang bermain biasa-biasa saja, bahkan cenderung dibawah standar. Pemain Chelsea kebingungan meladeni permainan atraktif dan cepat ala Shakhtar.
Diawal babak pertama, Shakthar sudah mengancam gawang Chelsea yang dikawal petr Cech melalui tendangan bebas Rakitskiy. Untung Petr Cech sigap dalam menangkap bola tersebut.
Semenit berselang, gantian Chelsea yang mengancam lewat free kick David Luiz, sayang eksekusi Luiz mampu terbaca oleh Andriy Pyatov.
Dewi fortuna! Dimenit ke-6', Chelsea justru menciptakan gol lewat kaki Fernando Torres setelah memanfaatkan kesalahan backpass bek Shakhtar Rakitskiy kepada kiper Pyatov.
Juara Liga Ukraina tersebut langsung merespons Chelsea dengan gol balasan pemainnya yang berambut gimbal, Willian dimenit 9'.
Setelah gol tersebut pemain Shakthar terpacu untuk terus menekan Chelsea. Chelsea terus dibombardir dengan serangan-serangan yang bikin jantung dag-dig-dug.
Ancaman tersebut datang dari Fernandinho dengan tembakan jarak jauh yang memaksa Cech berjibaku untuk menghalau si kulit bundar.
Kemudian di menit ke-21, Henrik Mkhitaryan kembali mengancam melalui sepakan dari luar kotak penalti. Beruntung, arah tendangannya masih melebar.
Di menit ke-32, giliran Alex Teixeira beraksi. tapi lagi-lagi tendangannya melenceng dan belum kedudukan.
Selalu ditekan, Chelsea lagi-lagi mendapatkan Dewi fortuna di pertandingan ini. Pada menit 40', melalui kecerdikan Oscar membaca posisi Pyatov yang terlampau jauh dari gawang, akhirnya Chelsea membalikkan kedudukan menjadi 2-1. Berawal dari umpan Juan Mata dari sisi kiri, kiper Pyatov maju meninggalkan posnya untuk menghalau bola tersebut. Alih-alih mengamankan bola, justru bola sapuan Pyatov jatuh dikaki Oscar. Dengan intelegensi tinggi, Oscar melepas tendangan jarak jauh menghujam gawang Shakthar yang kosong melompong. Skor 2-1 akhirnya bertahan hingga turun minum.
Dibabak kedua, Shakhtar kembali bangkit memanfaatkan lemahnya sisi kiri pertahanan Chelsea yang tidak diperkuat oleh Ashley Cole. Pertandingan baru berjalan dua menit, Shakhtar berhasil menyamakan kedudukan 2-2. Darijo Srna melakukan akselerasi disisi kiri dan diakhiri dengan umpan silang mendatar ke gawang Chelsea. Dimulut gawang Willian dengan tenang mengkonversi umpan terbebut dengan sontekan yang tak mampu diantisipasi dengan baik oleh Cech. Sangat identik dengan gol pertama sebelumnya.
Gol tersebut membuat para punggawa Chelsea tertunduk lesu. Apalagi setelah itu jalannya pertandingan sepenuhnya dikuasai oleh tim tamu. Chelsea hanya bisa membalas sesekali melalui counter attack cepat trio Mata-Hazard-Oscar, walaupun hasilnya tetaplah nihil.
Sampai pada menit ke-67', para fans Chelsea bergemuruh saat sundulan John Obi Mikel yang dikreasi oleh freekick Mata merobek jala Pyatov. Tapi sayang kali ini gol tersebut dianulir wasit karena Mikel sudah berada dalam posisi offside.
Roberto Di Mateo kemudian melakukan pergantian pemain pada menit ke-83' dengan memasukaan Victor Moses menggantikan Oscar yang sudah mulai terlihat lelah. Tapi pergantian tersebut tidak juga mengeluarkan Chelsea dari kubangan lumpur yang diciptakan Shakhtar.
Hingga waktu reguler habis, shakthar tak henti-hentinya menekan Chelsea. Tiba-tiba pada menit terakhir injury time, Chelsea akhirnya mampu memanfaatkan celah sekecil lubang jarum yang ada.
Melalui sepak pojok hasil sentuhan Mata, sang supersub muncul sebagai pahlawan kemenangan Chelsea. Ya, dia adalah Victor Moses! Ia merubah keadaan menjadi 3-2 bagi Chelsea melalui sundulannya ke pojok kiri gawang Pyatov. Happy ending yang melalui proses panjang, menegangkan dan melelahkan tentunya.
Dewi fortuna, itulah fenomena yang mungkin semua penonton bisa teriakan untuk kemenangan dramatis Chelsea pada dini hari tadi. Saya juga mengamini adanya dewi fortuna tersebut. Setiap pertandingan sepakbola pasti disisipi oleh keberadaan dewi fortuna. Dewi fortuna tersebut bisa berupa kekhilafan dari pemain belakang atau kiper, bisa juga berbentuk konspirasi yang dilakukan oleh aparat dan stakeholder sepakbola yang mengabaikan nilai-nilai sportivitas. Manusia memang tidak sempurna pemirsa!
Tapi menurut hemat saya, terlepas adanya dewi fortuna yang menaungi Chelsea. Ada satu hal yang menjadi faktor vital kemenangan Chelsea tadi malam, yaitu mental juara yang dimiliki Chelsea sebagai defending champion pada turnamen ini. Fakta tersebut bisa terlihat dari beberapa pertandingan yang telah dilalui Chelsea musim kemarin ketika berhasil menghempaskan Napoli, Barcelona dan Bayern Muenchen. Dan yang teranyar, mental juara tersebut juga sudah ditunjukan ketika menghempaskan Manchester United di ajang Capital One League dengan skor 5-4 setelah sempat tertinggal 3 kali berturut-turut.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !